I want to go with you, want to share with you, my luck is your good luck as well. I am a retired government, spare time I filled with work on line.Why not let us share in this line. Do not believe it, "click" the link above and read with good instructions. Do it, do instruksinya.Take every step, step by step. MARI KITA BERSINERGI DAN MAJU BERSAMA, UNTUK MENYONGSONG MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK DI SINI; What you Do iT. Yes We Can
Selamat Bergabung
Mari kita berbagi informasi dan saling memberi di area ini. Kita bisa bersinergi dan bekerjasama untuk melakukan kegiatan positif demi persaudaraan dan kesejahteraan saat ini dan masa depan.
Senin, 03 November 2014
Minggu, 02 November 2014
Wiro Sableng #142 : Kitab Seribu Pengobatan
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : 113 LORONG KEMATIAN
MATAHARI belum lama tenggelam. Kegelapan malam terasa begitu cepat menghantui permukaan bumi. Dalam waktu singkat kawasan bukit batu 113 Lorong Kematian tenggelam dalam kepekatan menghitam. Kesunyian yang menyelimuti tempat itu merubah suasanaseperti sunyinya pekuburan. Sebelumnya tempat ini telah menjadi ajang ertempuran antara Pendekar 212 Wiro Sableng dan kawan-kawan melawan kelompok manusia pocong di bawah pimpinan Yang Mulia Ketua. Manusia jahat luar biasa ini kemudian diketahui ternyata Pangeran Matahari adanya. Musuh bebuyutan Pendekar 212 dan para tokoh silat golongan putih.
Ketika angin dari arah utara bertiup agak kencang dan debu yang membumbung ke udara tidak sanggup memecah kesunyian, sekonyong konyong seperti hantu laiknya, dari reruntuhan pintu rahasia di selatan 113 Lorong Kematian muncul satu sosok lelaki mengerikan. Orang ini nyaris tidak mengenakan pakaian. Kulit wajah dan tubuhnya yang bugil menghitam gosong. Di beberapa bagian kelihatan daging mengelupas kemera han. Rambut di atas kepala awut-awutan, kotor berdebu dan menebar bau sangit akibat terbakar.
Di tangan kanan, orang ini memegang sebuah bendera besar berbentuk segi tiga, bergagang besi berujung runcing, hampir menyerupai sebatang tombak. Sesekali dari mulutnya keluar suara erangan halus, mungkin tak tahan oleh rasa sakit pada sekujur tubuh yang melepuh. Selain itu setiap menghembuskan nafas, kepulan asap ke merahan keluar dari dua lobang hidung. Siapakah gerangan mahluk mengerikan ini? Dialah Pangeran Matahari! Sepert
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #142 : Kitab Seribu Pengobatan - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 29 Oktober 2014
Wiro Sableng #102 : Bola Bola Iblis
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM
SATU
Tiga orang lelaki bertelanjang dada memacu tunggangan mereka, menghambur menyeberangi sungai berair kehijauan. Ikan-ikan dalam sungai yang tengah berenang menikmati kesejukan alam pagi terkejut berlompatan ke permukaan air. Binatang tunggangan tiga orang tadi bukanlah kuda melainkan tiga ekor kadal raksasa berkulit coklat berkilat. Setiap telinga mereka ditarik binatang-binatang itu keluarkan suara menguik aneh lalu berlari lebih kencang.
Pada saat matahari muncul lebih tinggi di balik bukit hijau di sebelah timur, tiga penunggang kadal raksasa berhenti di sebuah bangunan tinggi terbuat dari batu berwarna merah. Ketiganya memandang ke arah sebuah jendela di ketinggian bangunan. Di belakang jendela tampak tegak seorang perempuan masih sangat muda, berambut hitam yang diberi hiasan sederet sunting. Di wajahnya yang cantik tapi pucat terpancar bayangan keletihan dan juga rasa gelisah. Sejak kemarin pagi dia berada di belakang jendela itu. Menatap ke arah jalan kecil yang membelah kawasan penukiman. Tadi malam boleh dikatakan dia sama sekali tidak bisa memicingkan mata. Orang yang ditunggunya tak kunjung datang. Ketika di jalan di bawah sana tiga penunggang kadal coklat muncul, sepasang mata perempuan di bangunan tinggi membuka besar-besar. Hatinya kecewa karena ternyata yang datang bukan orang yang ditunggunya.
"Wahai tiga kerabat suamiku, penunggang kadal coklat! Gerangan kabar apa yang kalian bawa! Mana suamiku Lakasipo?!" Perempuan di belakang jendela bertanya.
Salah seorang penunggang kadal angkat dua tangannya di atas kepa
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #102 : Bola Bola Iblis - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 27 Oktober 2014
KISAH BURUNG PUNG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 24 Oktober 2014
KUPU-KUPU
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 22 Oktober 2014
PERCAYA KEMAMPUAN DIRI SENDIRI
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 20 Oktober 2014
PATUNG DAVID
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 17 Oktober 2014
SALON SPIDERMAN
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 14 Oktober 2014
5 EKOR MONYET
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 11 Oktober 2014
NASIB SEEKOR BURUNG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 30 September 2014
Luak Nan Tuo atau Pemukiman Awal
Yon Wardi Anwar
Guguk adalah merupakan pusat pemerintahan dari ulayat Ranah. Wilayah Ranah adalah dari Sialang Balantak Basi, sampai ke Saut Sungai Rimbang, terus ke Jopang Manganti, Mungka Koto Tuo, Maek Muaro Takus, sampai ke Sialang Durian Tinggi. Hilirnya Ke Tambun Sarilamak sampai Ke Taram nan Tujuah dan Bukit Limbuku, hingga Paraku Anjiang Mudiak Yang Selingkar Batang Sinamar, Selingkung Batang Lampasi. Di mana sekarang ini merupakan wilayah dari Kecamatan Guguak, Suliki, Bukit Barisan, Mungka,Payakumbuh, Harau, dan Kapur IX.
Yang menjadi Raja di Ranah bernama Dahan Daro gelar Datuk Bandaro Hitam berkedudukan di Talago Gantiang. Menurut mitos, sang raja bernama demikian karena lahir dan bertempat tingal di bawah kayu aro yang sangat besar. Dt. Bandaro Hitam ini kawin dengan seorang jin perempuan yang cantik jelita anak dari Indojati dan berputra bernama Si Jambi.
Si Jambi ini lahir bersamaan dengan sebilah pisau. Pisau tersebut berikut baju Si Jambi hanyut disaat mandi-mandi di Batang Sinamar. Kesaktian dari si Jambi adalah tidak mempan oleh benda tajam sehingga pada saat si Jambi telah cukup umurnya untuk bersunat tidak ada seorangpun ahli sunat di wilyah Ranah yang pisaunya mampu untuk menyunatkan si Jambi, sehingga menurut saran orang agar dapat mempergunakan pisau yang dibawa oleh si Jambi disaat ia lahir. Mengetahui Pisau tersebut telah hanyut maka Dt. Bandaro Hitam menyuruh rakyatnya untuk menyelami dan mencari pisau Si Jambi yang hanyut tersebut di dalam Batang Sinamar.
Berbagai cara dilakukan supaya pisau tersebut didapatkan, ada yang mempergunakan tangguak, menyerakkan jalo rambang dan jalo panjang tujuah, bermain pukek dengan mayang, menanam lukah dengan tingkalak , dan berkat kesungguhan maka ditemukanlah pisau si Jambi berikut bajunya oleh orang yang sedang melukah di bawah pinang nan sabatang, pinang nan tungga tidak berkawan , dekat durian di takuak rajo di hilia Lareh Sitanang Muaro Lakin di atas Koto Tujuah Sijunjuang. Tempat ditemukannya pisau itu kemudian bernama si Pisau Hanyuik.
Sewaktu upacara sunatan si Jambi ,di Ranah Talago Gantiang dipancang galangang rami. Seluruh utusan Luhak Limopuluah hadir dalam keramaian itu. Termasuk Rajo di Hulu dari Situjuah Banda Dalam Dt. Marajo Simagayur, Rajo di Luhak dari Aie Tabik Dt. Rajo Indo nan Mamangun, Rajo di Lareh dari Sitanang Muaro Lakin Dt. Paduko Marajo,Rajo di Sandi dari Si Pisang Koto Nan Gadang Dt. Parmato Alam Nan Putiah, mereka datang dengan kebesaran adat ulayat masing-masing
Disebutkan dalam Ranah Tigo Buhua di Mudiak dan Tigo Jalua di Hiliayang disebut Tiga Buhul di Mudiak adalah :
- Dt. Bandaro Nan Hitam di Talgo Gantiang dengan kebesarannya Gajah Dompak di Talago.
- Dt. Rajo Mangkuto di Balai Talang Guguk VIII Kota dengan kebesarannya Cumati di Balai Talang.
- Dt. Perpatiah Nan Baringek dengan kebesaranya Kitabullah di Kubang Ruek.
Sedangkan yang disebut dengan Tiga Jalur di Hilia adalah:
- Dt. Rajo Kendi di Mungka
- Dt. Tumangguang di Taram nan Tujuah
- Dt. Panghulu Basa di Bukit Limbuku
Itulah yang disebut dengan dindiang alam naraco adat, bapak camin taruih jatuh keranah, bapak dek anak nan baranam bernama anak timbangan. Sedangkan yang disebut dengan anak yang baranam adalah:
- Dt. Angku Soik sebagai Pucuak Bungo Setangkai di Taeh
- Dt. Bandaro sebagai Rajo Adat di Simalanggang
- Dt. Rajo Baguno sebagai Hulubalang di Piobang
- Dt. Dt. Banso Dirajo sebagai Imam di Sungai Beringin
- Dt. Sabatang sebagai Juru adat di Gurun
- Dt. Dt. Tan Naro sebagai Kadi di Lubuak Batingkok
- Abdullah Yan Perlu kajian "realitanya di lapangan" siapa sumber/penulis di Wikipedia ini. Ini bukan tambo tetapi lagende pembenaran hadirnya perwakilan Adityawarman di wilayah Luak Awal ( Bukan Nan Bungsu ). Pembangunan publik opini Centralistik ke Kerajaan Pagaruyuang ( Bukan Minangkabau) di Batu SangkaR.
- Abdullah Yan Yon Wardi Anwar, Hengky Rustian Tanjung, dan 2 orang lainnya;Peninggalan Batu Besar ( Megalith ) di Lima Puluah terbesar ukurannya, terbanyak jumlahnya dan tertua Usia-nya. Kedatangan Niniak Moyang orang Luak Lima Puluah , Mustahil dari Pucak Gunung Me...Lihat Selengkapnya
- Yon Wardi Anwar hebat da. luar biasa informasi dari da Abdullah Yan. awak iyo baghu dapek info nan soman itu kini dari uda.
- Abdullah Yan ari kita cari sumber-sumber usali di daerah ini. Parasasti dan info dari luar negeri ( BElanda, Inggris dan Jerman) termasuk Purtugis .
Jumat, 26 September 2014
WORTEL, TELUR DAN BIJI KOPI
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 23 September 2014
TIGA JAGOAN MATI SEMUA
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 14 September 2014
SEBUAH BENIH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 13 September 2014
MALAIKAT KECIL
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 04 September 2014
SURAT DARI IBU
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 02 September 2014
MALAIKAT KECIL
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 10 Agustus 2014
SEBAGAI BALASANNYA........
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 08 Agustus 2014
JANGAN PERNAH MENYERAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 01 Agustus 2014
Langganan:
Postingan (Atom)


